Kamis, 22 Maret 2018
Tema    : Budaya Daerah tanpa Generasi Muda
Oleh     : Luci Kurniawan
Tempat : Kampung Kuliner

Keberagaman dalam budaya indonesia tercermin pada bagian budaya-budaya lokal yang berkembang di masyarakat. Keragaman tersebut tidak saja terdapat secara internal, tetapi juga karena pengaruh-pengaruh yang membentuk suatu kebudayaan. Perkembangan budaya lokal di setiap daerah tentu memiliki peran yang signifkan dalam meningkatkan semangat nasionalisme, karena pada dasarnya kesenian budaya lokal adalah terdapat unsur-unsur sosial masyarakat.

 

Generasi muda adalah harapan masa depan, calon pemimpin masa depan, oleh karena itu di puncak generasi mudalah nasib suatu bangsa di pertaruhkan. Suatu bangsa apabila generasi mudanya memiliki kualitas unggul dan semangat yang kuat memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia, maka bangsa inipun akan besar. Untuk menindaklanjuti terkait permasalahan terhadap menurunnya kesadaran generasi muda akan kepedulian melestarikan budaya daerah pada pertemuan yang kedua kalinya Diskusi Cerdas Budaya yang tentunya di hadiri oleh peserta diskusi dari perwakilan organisasi daerah beserta mahasiswa um lainnya, tentunya pembahasan awal yang di sampaikan oleh pemateri meliputi beberapa poin utama yaitu peran anak muda, rasa kesadaran terhadap budayanya, dan hubungan sosial sebagai landasan moral antar daerah.

Tuntutan sebagai genarasi muda yang di anggap sebagai genarasi perubahan menjadi hal yang tidak terlepas dari peran serta adat dan budaya, hal ini sangat di anggap baik jika saja peran genarasi muda di optimalkan secara benar dan baik, akan tetapi melihat dari pengaruh-pengaruh perkembangan teknologi yang pesat inilah yang condong merusak pola pikir anak muda sehingga dengan mudahnya mereka melupakan budaaya daerahnya bahkan di anggap suatu hal yang tidak penting lagi pada era ini. Ungkap mas lucky begitu sapaan beliau.

Namun tidak semua generasi muda menutup mata dan tidak peduli dengan budaya dan adat istiadat kedaerahannya hal ini terbukti dengan adanya organisasi daerah yang sifatnya antusias melestarikan dan memperkenalkan budaya daerahnya di khalayak umum, maka hal ini membuktikan bahwa generasi muda masih ada untuk daerahnya, kemudian beliau menambahkan bahwa komitmen dan kesadaran sebagai mahasiswa adalah landasan yang mendasari terbentuk sistem kekeluarga di organisasi-organisasi daerah sehingga sistem seperti ini mampu mempengaruhi dan memberikan suatu efek kesadaran terhadap individu masing-masing agar tetap berkecimpung dan memberikan kontribusi yang bernilai baik untuk orda maupun terhadap pribadi. tutup beliau dalam penyampain materinya.