Kamis, 8 Maret 2018

Tema    : Eksistensi Budaya Daerah di Tengah Modernisasi
Oleh     : Lukmanul Hakim
Tempat : Aula UKM Gedung G5 (Lantai 2)

Masalah budaya tradisional indonesia yang di anggap telah di curi oleh negara lain merupakan sebuah wacana yang sangat hangat di perbincangkan dewasa akhir-akhir ini.
Bentuk pengakuan budaya tradisional asli indonesia oleh negara lain menimbulkan amarah rakyat indonesia yang tidak rela budaya mereka diakui sebagai milik negara lain. Namun pada hakekatnya permasalahan tersebut menjadi renungan bagi tiap indiividu sejauh manakah usaha menjaga dan melestarikan budaya tersebut agar tetap kokoh berdiri di tanah air tercinta.
Perkembangan di era globalisasi merupakan barometer yang semakin kompleks pada kehidupan masyarakat saat ini, pengaruh globalisasi memang banyak keuntungan akan tetapi jika di tinjau dari segi adat dan kebudayaan akan menimbulkan sebuah kerugian besar akibat lalainya dan tidak ada lagi rasa kepedulian terhadap adat istiadat oleh masyarakat menjadi hal utama yang perlu adanya perhatian secara jelas agar budaya tidak terkikis habis kalah dengan perkembangan jaman.
Oleh karena itu pada kesempatan diskusi cerdas budaya yang di hadiri oleh 5 perwakilan dari tiap orda yang tergabung dalam Forum Orda Bersama (FOB) beserta mahasiswa Um yang ikut serta pada kegiatan kali ini, membahas tuntas permasalahn-permasalahn terkait isu-isu eksisnya budaya daerah pada saat ini, untuk awal pemabahasan di sampaikan oleh pemateri yaitu Lukmanul Hakim, beliau menyampaikan bahwa di indonesia memliki ribuan adat dan budaya  berdasarkan di beberapa pulau di indonesia yang saat ini cenderung kualitas dalam melestarikan kebudayaan sangatlah rendah, kesadaaran masyarakat terhadap budaya menjadi pokok dari menurunnya tingkat melestarikan budaya.
Di sisi lain beliau menyampaikan bahwa adanya generasi muda saat ini yang sangat antusis untuk mengembikan serta melestarikan adat kebudayaan merupakan sebuah perubahan yang nyata secara signifikan, kemauan serta keikutsertaan generasi muda amat berpengaruh untuk kembalinya kebudayaan berjaya lagi di era modern, dengan adanya forum-forum diskusi, forum-forum organiasasi kedaerahan adalah langkah pasti yang berwujud  nyata bagi kebudayaan Indonesia, begitu lanjut beliau yang akrab di sapa kang Lukman ini.
Kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi, hal ini yang menjadi dasar pemahaman pada tiap organisasi-organisasi daerah  untuk tetap memiliki rasa kepedulian dan melestarikan terhadap budaya indonesia  lebih khususnya untuk tiap individu yang memiliki daerah yang beda serta budaya dan adat yang berbeda pula.
Pada diskusi kali ini tidak hanya monoton pada penyampaian pemateri saja, tetapi sangat interaktif antara satu sama lain, terbukti dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang di sampaikan oleh peserta-peserta diskusi, salah satu pertanyaan tersebut di tanyakan oleh Margo Teguh dari Orda KKSM (Sumenep, madura), Ia menanyakan terkait langkah kongkrit yang harus di lakukan oleh remaja saat ini agar tetap mau melestarikan budaya daerahnya, dan lainnyapun saling ikut tanya jawab dengan berbagai pandangan satu sama lain.
Dan memasuki akhir dari acara pemateri menayampaikan bahwa melestarikan budaya adalah kewajiban oleh generasi muda yang harus peduli untuk melestarikan kebudayaannya karena itu semua  salah satu bagian dari kekayaan indonesia yang berlimpah. Pangkasnya mengakhari pertemuan ini.