Tumbuhkan Kepekaan Mahasiswa, BEM UM Gelar Sekolah Gerakan 2.0

Malang. Dalam rangka mewadahi mahasiswa dalam hal menumbuhkan kepekaan dan pemahaman melalui pelatihan tentang gerakan mahasiswa, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Negeri Malang menyelenggarakan suatu program kerja di bawah naungan Kementerian Advokesma (Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa), yaitu Sekolah Gerakan 2.0. Kegiatan yang diadakan selama dua hari pada hari Sabtu dan Minggu (22-23 Oktober 2022) di Aula Gedung B4 Fakultas Psikologi ini mengusung tema “Revitalisasi Juang” yang melambangkan penghidupan kembali nilai-nilai juang dalam diri mahasiswa. 

Harapan terselenggaranya program kerja tersebut adalah 1) Menumbuhkan kepekaan dan kepedulian sosial mahasiswa terhadap kondisi di lingkungan sekitar. 2) Meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap esensinya sebagai mahasiswa dalam mewujudkan tujuan tri dharma perguruan tinggi. 3) Peserta memiliki motivasi tinggi untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial baik dengan sesama mahasiswa di perguruan tinggi lainnya maupun dengan masyarakat secara luas. Saat pendaftaran dibuka, pendaftar diwajibkan menulis essay yang berkaitan dengan ketiga isu yang dihadirkan yaitu 1) MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), 2) PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), 3) Kekerasan Seksual di Lingkup Kampus.

Sekolah Gerakan 2.0 dihadiri oleh Saudara Abdul Kholiq sebagai koordinator pusat aliansi BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia), Saudara Arya Wahyu Pratama sebagai koordinator wilayah Jawa Timur pada aliansi BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia), Saudara Naufal Taufiqur Rahman yaitu presiden mahasiswa Universitas Negeri Malang 2022 serta para peserta yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Malang dari berbagai fakultas. Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, Sambutan diberikan oleh ketua pelaksana Sekolah Gerakan 2.0, Saudari Chaty Trizka Anggini. Opening Speech dilakukan oleh koordinator pusat aliansi BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) sebagai representasi kehadiran BEM SI. Saudara Abdul Kholiq berhalangan hadir, sehingga sambutan dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting. Pada kesempatan kali ini, beliau memberikan motivasi kepada para peserta kegiatan agar memiliki kesadaran dalam berbagai isu yang terjadi di sekitarnya, dari lingkungan terdekat seperti permasalahan kampus hingga isu-isu nasional. 

“Perjuangan kita tak boleh hanya berhenti pada konsolidasi serta aksi massa saja, tolong diperhatikan dan follow up terkait kajian penyelesaian masalah atau isu tersebut hingga menghasilkan sebuah hasil atau bentuk dari suatu organ”, tutur Saudara Abdul pada opening speech kali ini.

Saudara Arya Wahyu selaku Koordinator Wilayah Jawa Timur pada aliansi BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) serta presiden mahasiswa Universitas Negeri Malang, Saudara Naufal Taufiqur Rahman turut memberikan sepatah dua patah kata sebagai opening speech pada kegiatan ini. 

Kegiatan Sekolah Gerakan 2.0 menghadirkan tiga materi yang disampaikan, yaitu materi kajian strategis, advokasi serta aksi dan propaganda. Pada hari Sabtu, 22 Oktober 2022, materi yang disampaikan adalah materi kajian strategis serta advokasi. Materi kajian strategis dibawakan secara eksklusif oleh Direktur Eksekutif WALHI Jawa Timur, Saudara Wahyu Eka Setyawan, S.Psi. Beliau menjelaskan bahwa kajian strategis merupakan dasar dalam melakukan sesuatu. 

Pada sesi kali ini, seorang peserta memiliki pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan apabila ingin mengkaji sesuatu yang lokasinya berada jauh dari koordinat peserta tersebut. “Untuk mengkaji suatu isu, memang diperlukan untuk terjun ke lapangan. Tetapi hal tersebut juga dapat dilakukan dengan sebuah jaringan. Kita dapat mencari tahu melalui seorang informan maupun organisasi yang berkonsentrasi pada permasalahan yang akan kita kaji dan berada pada wilayah atau lokasi terjadinya isu tersebut”, ujar Saudara Wahyu.

Pada sesi selanjutnya, penyampaian materi advokasi dilaksanakan oleh salah satu pengurus LBH (Lembaga Badan Hukum) Surabaya Pos Malang, Saudara Daniel A. Siagian, S.H. Penyampaian materi diawali dengan tanya jawab kepada para peserta mengenai rentetan permasalahan yang terjadi di Universitas Negeri Malang. Salah satu sub materi yang dijelaskan adalah hubungan antara permasalahan atau isu yang terjadi serta kebijakan dan regulasi yang ada. Seusai penyampaian materi, dilaksanakan sebuah simulasi advokasi yang berbentuk audiensi. Saat penyampaian materi kajian strategis, peserta secara berkelompok diminta untuk membuat suatu kajian isu. Kajian isu tersebut digunakan kembali saat simulasi advokasi. Peserta disimulasikan seperti menemui pihak rektorat untuk menyampaikan kajiannya. Pihak rektorat diperankan oleh Saudara Daniel, Saudara Naufal dan Saudara Arya. Beberapa fasilitator advokasi yang berasal dari BEM UM turut berperan untuk menyukseskan simulasi advokasi kali ini. 

Selain praktek simulasi advokasi, peserta juga melaksanakan simulasi aksi. Simulasi aksi dilaksanakan pada hari kedua kegiatan Sekolah Gerakan 2.0, seusai penyampaian materi aksi dan propaganda. Materi tersebut dibawakan oleh Ahmad Fairuz Abadi, S.T.  selaku koordinator wilayah Jawa Timur BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia). Beliau membekali para peserta dengan pengetahuan mengenai manajemen aksi, penyikapan isu serta tahapan aksi massa. Saat simulasi aksi, peserta mengambil peran sebagai  koordinator lapangan, pihak keamanan, negosiator dan peserta aksi massa. Simulasi aksi yang dipantau langsung oleh Saudara Fairuz bertempat di halaman belakang gedung B3 Universitas Negeri Malang. 

Apresiasi dilakukan kepada peserta Sekolah Gerakan 2.0 dengan memberikan hadiah kepada peserta berupa merchandise UM. Di penghujung kegiatan, diumumkan beberapa nominasi pada peserta yang menang. Nominasi “Best Essay” diraih oleh Saudara Fahim Syah. Nominasi “Highest Score” diraih oleh Saudara Desy Eka. Nominasi “Peserta Terbaik” diraih oleh Saudara Moh. Sofyan. Nominasi “Peserta Ter-kritis” diraih oleh Saudara Rafqi. Selain itu, satu peserta beruntung turut mendapatkan doorprize dari kegiatan ini. 

Pewarta : Alfina Lutfi Rahmawati